Sunday, December 18, 2011

layyinul qalbu...

                                  بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Assalamualaikum :)

lembutnya hati jika kita sirami dengan zikrullah selalu :)

Apa khabar semua?kaifa halukum?how are u?ogenkidesuka?all of these words is the same...^_^
saje nak belajar beberapa bahasa..heee


actually nak ulas sikit tajuk kat atas tu...layyinul qalbi...what does it mean ha?layyin maksudnya lembut..qalbu maksudnya hati..so,when we combine that words,then,it'll become layinul qalbu which is mean "kelembutan hati".Jadi,apa yang saya nak cerita sikit kat sini adalah tentang kelembutan hati Rasulullah yang perlu kita contohi.Saya kurang bersetuju dan tidak bersependapat dengan mereka yang memperjuangkan agama tanpa kelembutan.Apatah lagi dengan saudara Islam sendiri.hmmm...renung2kan...




baik.sekarang jom sama2 jom..meh sini meh.dengar satu cerita.Pernah dengar tak kisah Rasulullah dengan pengemis Yahudi?ha...kalau tak pernah dengar,meh duk sini.dengar dulu..^_^

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.
Namun, setiap pagi Rasulullah Muhammad SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari, sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain adalah isteri Rasulullah SAW. Beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah RA menjawab, “Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum Ayah lakukan kecuali satu saja.”
“Apakah Itu?”, tanya Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana”, kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “Siapa kamu?!”
Abubakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).”
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, bantah si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….”
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
nah,hebat kan Rasulullah.Lembutnya hati Rasulullah walaupun pengemis itu selalu menghina Rasulullah.Cuba fikirkan,apakah kita akan berbuat perkara yang sama seperti Rasulullah dalam keadaan begitu?renung2 kan dan selamat beramal..^_^
tak kira dengan siapa pun kita perlu berlembut.terutama dengan ibu bapa kita,guru2 kita dan rakan2.Rasulullah adalah contoh dan teladan yang perlu diikuti.
*jika sebagai suami,suami perlu berlembut kepada isteri dan begitu juga sebaliknya. :)

Semoga mendapat ibrah dari post ini.ilalliqa' :)

No comments: